A.
Pengertian Media Pembelajaran
Media Secara
harfiah, kata media berasal dari bahasa latin medium yang memiliki arti
“perantara” atau “pengantar”. Menurut Asosiasi Teknologi dan Komunikasi Guruan
(Association for Education and Communication technology/AECT) mendefinisikan
media sebagai benda yang dapat dimanipulasikan, dilihat, didengar, dibaca atau
dibicarakan beserta instrument yang dipergunakan dengan baik dalam kegiatan
belajar mengajar, dapat mempengaruhi efektifitas program instruksional
Media pengajaran menurut Ibrahim danSyaodih
(2003:112) diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan
pesan atau isi pelajaran, merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemampuan
siswa, sehingga dapat mendorong proses belajar mengajar.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa media
pembelajaran adalah sarana penyampaian pesan pembelajaran kaitannya dengan
model pembelajaran langsung yaitu dengan cara guru berperan sebagai penyampai
informasi dan dalam hal ini guru seyogyanya menggunakan berbagai media yang
sesuai. Media pembelajaran adalah alat bantu proses belajar mengajar. Segala
sesuatu yang dapat dipergunakan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan
kemampuan atau ketrampilan pebelajar sehingga dapat mendorong terjadinya proses
belajar.
B.
Fungsi Media Pembelajaran
Penggunaan
media pembelajaran dapat membantu meningkatkan pemahaman dan daya serap siswa
terhadap materi pelajaran yang dipelajari.
Berikut ini fungsi-fungsi dari
penggunaan media pembelajaran menurut AsnawirdanUsman :
1) Membantu memudahkan belajar bagi
siswa dan membantu memudahkan mengajar bagi guru.
2) Memberikan pengalaman lebih nyata
(yang abstrak dapat menjadi lebih konkrit)
3) Menarik perhatian siswa lebih
besar (kegiatan pembelajaran dapat berjalan lebih menyenangkan dan tidak
membosankan).
4)Semuaindra siswa dapat diaktifkan.
5)Lebih menarik perhatian dan minat
murid dalam belajar
C. Manfaat Media Pembelajaran
Beberapa manfaat media pembelajaran
menurut Nana Sudjana dan Ahmad Rivai adalah:
1)
Pembelajaran akan lebih menarik perhatian siswa
sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar.
2)
Bahan pembelajaran akan lebih jelas maknanya sehingga
dapat lebih dipahami oleh siswa dan memungkinkan siswa menguasai tujuan pembelajaran
lebih baik.
3)
Metode pembelajaran akan lebih bervariasi, tidak
semata-mata komunikasi verbal melalui penuturan kata-kata oleh guru, sehingga siswa
tidak bosan dan guru tidak kehabisan tenaga, apalagi bila guru mengajar untuk
setiap jam pelajaran.
4) Siswa lebih banyak melakukan kegiatan belajar, sebab
tidak hanya mendengarkan uraian guru, tetapi juga aktivitas lain seperti pengamatan,
melakukan, mendemonstrasikan dan lain-lain.
D. Landasan Teori Media
Pembelajar
Media Pembelajaran memiliki beberapa landasan teoritis yang kuat dalam
sistem pembelajaran, diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Teori
Psikologis Bruner
Menurut Bruner perkembangan kognitif seseorang terjadi melalui tiga tahap
yang ditentukan oleh caranya melihat lingkungan, diantaranya yaitu:
a)
Tahap pengalaman langsung (Eractive), merupakan tahap
individu berupa memahami lingkungan dengan beraktifitas.
b)
Tahap Pictoria (Ekonit), tahap individu melihat dunia
melalui gambar dan menvisualisasi verbal.
c)
Tahap simbolik, tahap dimana individu mempunyai
gagasan-gagasan abstrak yang banyak dipengaruhi bahasa dan logika berpikirnya.
Berikut akan sedikit dibahas mengenai kelebihan
dan kekurangan dari teori Bruner.
Kelebihan Teori Bruner
1. Belajar penemuan dapat digunakan untuk menguji apakah belajar
sudah bermakna.
- Pengetahuan
yang diperoleh si belajar akan tertinggal lama dan mudah diingat.
- Belajar
penemuan sangat diperlukan dalam pemecahan masalah sebab yang diinginkan
dalam belajar agar si belajar dapat mendemonstrasikan pengetahuan yang
diterima.
- Transfer
dapat ditingkatkan di mana generalisasi telah ditemukan sendiri oleh si
belajar daripada disajikan dalam bentuk jadi.
- Penggunaan
belajar penemuan mungkin mempunyai pengaruh dalam menciptakan motivasi
belajar.
- Meningkatkan
penalaran si belajar dan kemampuan untuk berfikir secara bebas.
Kekurangan Teori Bruner
1. Teori belajar ini menuntut peserta didik untuk memiliki kesiapan
dan kematangan mental. Peserta didik harus berani dan berkeinginan mengetahuai
keadaan disekitarnya. Jika tidak memiliki keberanian dan keinginan tentu proses
belajar akan gagal.
- Teori
belajar seperti ini memakan waktu cukup lama dan kalau kurang terpimpin
atau kurang terarah dapat menyebabkan kekacauan dan kekaburan atas materi
yang dipelajari.
- Teori
belajar seperti ini memakan waktu cukup lama dan kalau kurang terpimpin
atau kurang terarah dapat menyebabkan kekacauan dan kekaburan atas materi
yang dipelajari.
2. Teori Behviorisme
Teori behavourisme atau teori
tingkah laku ini menganggap bahwa segala kejadian dilingkungan sangat
mempengaruhi perilaku seseorang dan akan memberikan pengalaman tertentu dalam
dirinya, dan teori ini menganggap perubahan tingkah laku yang terjadi
berdasarkan paradigma S-R(stimulus respon) yaitu suatu proses yang memberikan
respon tertentu terhadap apa yang datang dari luar diri individu.
Kekurangan teori belajar (behaviorisme) adalah sebagai berikut:
1. Menyebabkan proses pembelajaran yang tidak menyenangkan dan pendidik terkesan menjadi bersikap otoriter kepada siswa.
2. Pembelajaran hanya perpusat pada guru sehingga pemikiran siswa tidak bisa berkembang secara lebih kreatif.
3. Pemberian hukuman dianggap menjadi pilihan yang paling efektif untuk menertibkan siswa.
Kelebihan teori belajar
(behaviorisme) adalah sebagai berikut:
1. Sangat cocok diterapkan kepada siswa atau anak yang masih membutuhkan dominasi orang tua.
2. Pembelajaran dapat mudah diarahkan dan diganti dengan stimulus-stimulus yang diinginkan.
3. Pembelajaran mempunyai orientasi pada hasil yang dapat diukur dan diamati.
1. Sangat cocok diterapkan kepada siswa atau anak yang masih membutuhkan dominasi orang tua.
2. Pembelajaran dapat mudah diarahkan dan diganti dengan stimulus-stimulus yang diinginkan.
3. Pembelajaran mempunyai orientasi pada hasil yang dapat diukur dan diamati.
Kekurangan teori belajar (behaviorisme) adalah sebagai berikut:
1. Menyebabkan proses pembelajaran yang tidak menyenangkan dan pendidik terkesan menjadi bersikap otoriter kepada siswa.
2. Pembelajaran hanya perpusat pada guru sehingga pemikiran siswa tidak bisa berkembang secara lebih kreatif.
3. Pemberian hukuman dianggap menjadi pilihan yang paling efektif untuk menertibkan siswa.
3. Teori Kerucut Pengalaman Edgaar Dale
Kerucut pengalaman ini merupakan
salah satu gambaran yang dijadikan landasan teori dalam penggunaan media
pembelajaran selain dari ketiga tahap pengalaman Bruner.
Edgar Dale mengklasifikasikan pengalaman belajar anak mulai dari hal-hal yang dianggap paling abstrak. Klasifikasi pengalaman tersebut lebih dikenal dengan-kerucut pengalaman, yang terdiri dari 11 macam klasifiksi media pengajaran seperti yang ditunjukkan pada gambar di bawah ini:
Edgar Dale mengklasifikasikan pengalaman belajar anak mulai dari hal-hal yang dianggap paling abstrak. Klasifikasi pengalaman tersebut lebih dikenal dengan-kerucut pengalaman, yang terdiri dari 11 macam klasifiksi media pengajaran seperti yang ditunjukkan pada gambar di bawah ini:
pengalaman, yang terdiri dari 11
macam klasifiksi media pengajaran seperti yang ditunjukkan pada gambar di bawah
ini:
Penggunaan media pembelajaran
sebagai salah satu sumber belajar yang digunakan secara sistematis dalam
kegiatan pembelajaran juga dapat memberikan interaksi antara pengalaman baru
dan pengalaman sebelumnya, sehingga terjadi perubahan pada anak didik.
Pemerolehan pengetahuan, perubahan sikap dan ketrampilan dapat terjadi karena interaksi antara pengalaman baru dengan pengalaman yang pernah dialami sebelumnya. Tingkat pemerolehan hasil belajar seperti yang digambarkan oleh Dale (1969) sebagai proses komunikasi.Proses pembelajaran dapat berhasil-dengan baik apabila siswa diajak untuk memanfaatkan semua alat inderanya. Semakin benyak alat indera yang digunakan untuk menerima dan mengolah informasi semakin besar kemungkinan informasi tersebut dimengerti dan dipahami serta dipertahankan dalam ingatan. Perbandingan pemerolehan hasil belajar melalui indera pandang dan indera dengar sangat menonjol perbedaannya. Kurang lebih 80% hasil belajar seseorang diperoleh melalui indera pandang, dan hanya 15% diperoleh melalui indera dengar dan 5% lagi dari indera yang lainnya.
Pemerolehan pengetahuan, perubahan sikap dan ketrampilan dapat terjadi karena interaksi antara pengalaman baru dengan pengalaman yang pernah dialami sebelumnya. Tingkat pemerolehan hasil belajar seperti yang digambarkan oleh Dale (1969) sebagai proses komunikasi.Proses pembelajaran dapat berhasil-dengan baik apabila siswa diajak untuk memanfaatkan semua alat inderanya. Semakin benyak alat indera yang digunakan untuk menerima dan mengolah informasi semakin besar kemungkinan informasi tersebut dimengerti dan dipahami serta dipertahankan dalam ingatan. Perbandingan pemerolehan hasil belajar melalui indera pandang dan indera dengar sangat menonjol perbedaannya. Kurang lebih 80% hasil belajar seseorang diperoleh melalui indera pandang, dan hanya 15% diperoleh melalui indera dengar dan 5% lagi dari indera yang lainnya.
Ada beberapa keuntungan dan kelemahan dalam penggunaan media cetak :
Keuntungan
Keuntungan darimedia cetak ini, disamping relative murah
pengadaannya, juga lebih mudah dalam penggunaannya, dalam arti tidak memerlukan
peralatan khusus, serta lebih luwes dalam pengertian mudah digunakan, dibawa
atau dipindahkan.
Kelemahan
Kelemahan dari media ini, terutama jika kurang dirancang dengan
baik, cenderung untuk membosankan. Di samping itu, media ini kurang dapat
memberikan suasana yang “hidup” bagi murid-murid.
Assalamualaikum wr. wb saya ingin menambahkan sedikit tentang :
BalasHapusFungsi Media Pembelajaran
Penggunaan media pembelajaran dapat membantu meningkatkan pemahaman dan daya serap siswa terhadap materi pelajaran yang dipelajari.
Berikut ini fungsi-fungsi dari penggunaan media pembelajaran menurut AsnawirdanUsman :
1) Membantu memudahkan belajar bagi siswa dan membantu memudahkan mengajar bagi guru.
2) Memberikan pengalaman lebih nyata (yang abstrak dapat menjadi lebih konkrit)
3) Menarik perhatian siswa lebih besar (kegiatan pembelajaran dapat berjalan lebih menyenangkan dan tidak membosankan).
4)Semuaindra siswa dapat diaktifkan.
5)Lebih menarik perhatian dan minat murid dalam belajar
materi yang anda buat bagus , tapi saya kurang mengerti pada gambar PIRAMID, TOLONG ADA JELASKAN ?
BalasHapusTeori Kerucut Pengalaman Edgaar Dale
HapusKerucut pengalaman ini merupakan salah satu gambaran yang dijadikan landasan teori dalam penggunaan media pembelajaran selain dari ketiga tahap pengalaman Bruner.
Edgar Dale mengklasifikasikan pengalaman belajar anak mulai dari hal-hal yang dianggap paling abstrak. Klasifikasi pengalaman tersebut lebih dikenal dengan-kerucut pengalaman, yang terdiri dari 11 macam klasifiksi media pengajaran seperti yang ditunjukkan pada gambar di atas tersebut.
Penggunaan media pembelajaran sebagai salah satu sumber belajar yang digunakan secara sistematis dalam kegiatan pembelajaran juga dapat memberikan interaksi antara pengalaman baru dan pengalaman sebelumnya, sehingga terjadi perubahan pada anak didik.
Pemerolehan pengetahuan, perubahan sikap dan ketrampilan dapat terjadi karena interaksi antara pengalaman baru dengan pengalaman yang pernah dialami sebelumnya. Tingkat pemerolehan hasil belajar seperti yang digambarkan oleh Dale (1969) sebagai proses komunikasi.Proses pembelajaran dapat berhasil-dengan baik apabila siswa diajak untuk memanfaatkan semua alat inderanya. Semakin benyak alat indera yang digunakan untuk menerima dan mengolah informasi semakin besar kemungkinan informasi tersebut dimengerti dan dipahami serta dipertahankan dalam ingatan.
Baiklah disini saya ingin sedikit bertanya, dalam landasan media pembelajaran salah satunya landasan personalia dimana bahasa yang digunakan harus komunikatif, mengapa demimian coba anda jelaskan.
BalasHapusassalamu'alaikum wr.wb saya ingin menambahkan materi sedikit tentang postingan blog anda diatas.
BalasHapusKata media berasal dari bahasa latin medius yang secara harfiah berarti tengah, perantara atau pengantar. Dalam bahasa Arab media adalah perantara atau pengantar pesandari pengirim kepada penerima pesan (Azhar Arsyad, 2011:3). Menurut Gerlach dan Ely yang dikutip oleh Azhar Arsyad (2011), media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia, materi dan kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, ketrampilan atau sikap. Dalam pengertian ini, guru, buku teks, dan lingkungan sekolah merupakan media. Sedangkan menurut Criticos yang dikutip oleh Daryanto (2011:4) media merupakan salah satu komponen komunikasi, yaitu sebagai pembawa pesan dari komunikator menuju komunikan.
Terima Kasih atas penambahan materinya. Semoga bermanfaat.
HapusSaya hanya ingin memberi Saran lebih baik jika terdapat gambar diberikan jugaa kdterangannya terimakasih
BalasHapusTerima Kasih atas sarannya saudari Nova
HapusAssalamualaikum
BalasHapusbaiklah disini saya akan menambahkan sedikit materi mengenai pstingan anda pada landasan tekhnologi, dimana pada landasan ini Media pembelajaran sebagai bagian dari teknologi pembelajaran memiliki enam manfaat potensial dalam memecahkan masalah pembelajaran, yaitu:
a. Meningkatkan produktivitas pendidikan ( Can make education more productive). Dengan media dapat meningkatkan produktivitas pendidikan antara lain dengan jalan mempercepat laju belajar siswa, membantu guru untuk menggunakan waktunya secara lebih baik dan mengurangi beban guru dalam menyajikan informasi, sehingga guru lebih banyak membina dan mengembangkan kegairahan belajar siswa.
b. Memberikan kemungkinan pembelajaran yang sifatnya lebih individual (Can make education more individual).Pembelajaran menjadi lebih bersifat individual antara lain dalam variasi cara belajar siswa, pengurangan kontrol guru dalam proses pembelajaran, dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk berkembang sesuai dengan kemampuan dan kesempatan belajarnya.
c. Memberikan dasar yang lebih ilmiah terhadap pembelajaran ( Can give instruction a more scientific base). Artinya perencanaan program pembelajaran lebih sistematis, pengembangan bahan pembelajaran dilandasi oleh penelitian tentang karakteristik siswa, karakteristk bahan pembelajaran, analisis instruksional dan pengembangan disaign pembelajaran dilakukan dengan serangkaian uji coba yang dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah.
d. Lebih memantapkan pembelajaran (Make instruction more powerful).
Pembelajaran menjadi lebih mantap dengan jalan meningkatkan kapabilitas manusia menyerap informasi dengan melalui berbagai media komunikasi, di mana informasi dan data yang diterima lebih banyak,lengkap dan akurat.
e. Dengan media membuat proses pembelajaran menjadi lebih langsung/seketika (Can make learning more immediate). Karena media mengatasi jurang pemisah antara peserta didik dan sumber belajar, dan mengatasi keterbatasan manusia pada ruang dan waktu dalam memperoleh informasi, dapat menyajikan “kekonkritan” meskipun tidak secara langsung.
f. Memungkinkan penyajian pembelajaran lebih merata dan meluas (Can make access to education more equal)
Terimakasih
Terima Kasih atas penambahan materinya saudari Silmi
Hapus