Pada era
modern seperti sekarang ini, perkembangan teknologi melesat cepat. Perkembang
teknologi ini tak pelak mengubah berbagai aspek kehidupan masyarakat. Program
pengembangan media dalam pembelajaranpun turut serta berpacu dalam perkembangan
zaman. Media pembelajaran menjadi sangat penting dalam menunjang proses dan
hasil belajar mahasiswa disamping aspek kemandirian yang menjadi satu
keunggulan dalam jenjang pendidikan sekolah vokasi. Pengembangan inovasi
pembelajaran student centerred learning (SCL) dengan media pembelajaran
berbasis teknologi informasi dapat diterapkan dalam matakuliah ini. Penelitian
ini dikembangkan kombinasi metode SCL melalui pembelajaran kooperatif dengan
pendekatan student teams achievement division (STAD) dan e-learning dengan dan
tanpa media pembelajaran e-modulinteraktif.
Pengertian e-learning berbeda dengan
pembelajaran secara online (online learning) dan pembelajaran jarak jauh
(distance learning). Online learning merupakan bagian
dari e-learning, hal ini seperti yang dinyatakan oleh Australian
National Training Authority bahwa e-learning merupakan
suatu konsep yang lebih luas dibandingkan online learning, yaitu
meliputi suatu rangkaian aplikasi dan proses-proses yang menggunakan semua
media elektronik untuk membuat pelatihan dan pendidikan vokasional menjadi
lebih fleksibel. Online learning merupakan suatu pembelajaran
yang menggunakan internet, intranet dan ekstranet, atau pembelajaran yang
menggunakan jaringan komputer yang terhubung secara langsung dan luas cakupannya
(global). Sedangkan distance learning, cakupannya lebih luas
dibandingkan e-learning, yaitu tidak hanya melalui media elektronik
tetapi bisa juga menggunakan media non-elektronik. Distance
learning lebih menekankan pada ketidakhadiran pendidik setiap
waktu. Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan secara umum e-learning dapat
diartikan sebagai pembelajaran yang memanfaatkan atau menerapkan teknologi
informasi dan komunikasi. E-learning adalah kegiatan belajar yang menggunakan
internet yang dapat dikombinasikan dengan kegiatan tatap muka yang ada di
lembaga pendidikan.
Penerapan e-learning banyak
variasinya, karena perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang cepat.
Surjono (2007), menekankan penerapan e-learning pada
pembelajaran secara online dan dibagi menjadi dua yaitu sederhana dan terpadu.
Penerapan e-learning yang sederhana hanya berupa kumpulan bahan
pembelajaran yang dimasukkan ke dalam web server dan ditambah
dengan forum komunikasi melalui e-mail dan atau mailing
list (milist). Penerapan terpadu yaitu berisi berbagai bahan
pembelajaran yang dilengkapi dengan multimedia dan dipadukan dengan sistem
informasi akademik, evaluasi, komunikasi, diskusi, dan berbagai sarana
pendidikan lain, sehingga menjadi portal e-learning. Pembagian
tersebut di atas berdasarkan pada pengamatan dari berbagai sistem pembelajaran
berbasis web yang ada di internet. Nedelko (2008), menyatakan
ada tiga jenis format penerapan e-learning, yaitu:
1. Web
Supported e-learning, yaitu pembelajaran tetap dilakukan secara tatap muka
dan didukung dengan penggunaan website yang berisi rangkuman
tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, tugas, dan tes singkat;
2. Blended or
mixed mode e-learning, yaitu sebagaian proses pembelajaran
dilakukan secara tatap muka dan sebagian lagi dilakukan secara online;
3. Fully online
e-learning format, yaitu seluruh proses pembelajaran dilakukan secara
online termasuk tatap muka antara pendidik dan peserta didik juga dilakukan
secara online yaitu dengan menggunakan teleconference.
Beberapa
ahli mengemukakan bahwa istilah “e-learning” mengacu pada penggunaan teknologi
internet untuk menyajikan sejumlah pilihan solusi yang sangat luas yang
mengarahkan pada peningkatan pengetahuan. Sehingga menurut beberapa ahli yaitu
Mary Daniels Brown dan Dave Feasey (2001) sebagaimana dikutip oleh Siahaan
(2005: 66) mengemukakan bahwa e-learning adalah bentuk kegiatan pembelajaran
yang memanfaatkan jaringan, seperti: internet, Local Area Network (LAN), atau
Wider Area Network (WAN) sebagai metode penyampaian, interaksi, dan fasilitasi,
serta didukung oleh berbagai layanan belajar lainnya. E-learning mempermudah
interaksi antara siswa dengan bahan/materi pelajaran. Demikian juga interaksi
antara siswa dengan guru maupun antara sesama siswa. Siswa dapat saling berbagi
informasi atau pendapat mengenai berbagai hal yang menyangkut pelajaran ataupun
kebutuhan pengembangan diri siswa. Guru dapat menempatkan bahan-bahan belajar
dan tugas-tugas yang harus dikerjakan oleh siswa di tempat tertentu di dalam
web untuk diakses oleh para siswa.
E-learning membutuhkan
model yang harus didisain dalam bentuk pembelajaran inovatif. Pengembang,
mempunyai kesempatan dalam merencanakan pengalaman sebelumnya untuk penerapan
program e-learning. Untuk keperluan pengembangan e-learning,
pengembang konten pembelajaran diharapkan melakukan keseluruhan dari kecakapan
mengajar dalam proses pembelajaran e-learning. Pengembang
diharapkan dapat mengganti kekurangan dari subtansi atau waktu yang mungkin
terjadi dalam pembelajaran konvensional. Walaupun demikian, pengalaman belajar
yang terstruktur dengan baik belum cukup mengganti kekurangan kecakapan
komunikasi dalam proses pembelajaran e-learning. Performansi
peserta didik melalui e-learning adalah memperlihatkan
kemampuan e-learning dalam pengintegrasian proses
pembelajaran. Komunikasi elektronik dikombinasikan dengan proses pengembangan
yang dibutuhkan untuk menempatkan suatu pembelajaran dalam fasilitas
format e-learning yang pengintegrasiannya ke dalam
penstrukturan konten.
Dari sudut
pandang siswa Dengan kegiatan e-learning dimungkinkan berkembangnya
fleksibilitas belajar yang tinggi, artinya siswa dapat mengakses bahan-bahan
belajar setiap saat dan berulang kali. Siswa juga dapat berkomunikasi dengan
guru setiap saat, dengan kondisi yang demikian ini siswa dapat lebih
memantapkan penguasaannya terhadap materi pembelajaran.
Dalam sudut
pandang guru, ada beberapa manfaat yang diperoleh guru, instruktur antara lain
adalah bahwa guru, instruktur dapat :
- Lebih mudah melakukan pemutakhiran bahan -bahan belajar yang menjadi tanggung-jawabnya sesuai dengan tuntutan perkembangan keilmuan yang terjadi.
- Mengembangkan diri atau melakukan penelitian guna peningkatan wawasannya karena waktu luang yang dimiliki relatif lebih banyak.
- Mengontrol kegiatan belajar siswa. Bahkan guru atau instruktur juga dapat mengetahui kapan siswanya belajar, topik apa yang dipelajari, berapa lama sesuatu topik dipelajari, serta berapa kali topik tertentu dipelajari ulang.
- Mengecek apakah siswa telah mengerjakan soal-soal.
- Latihan setelah mempelajari topik tertentu, dan memeriksa jawaban siswa dan memberitahukan hasilnya kepada siswa.
Seiring perkembangan teknologi
internet, metode e-learning mulai dikembangkan. MOODLE adalah sebuah nama untuk
sebuah program aplikasi yang dapat mengubah sebuah media pembelajaran kedalam
bentuk web. Aplikasi ini memungkinkan siswa untuk masuk kedalam “ruang kelas”
digital untuk mengakses materi-materi pembelajaran. Dengan menggunakan MOODLE,
kita dapat membuat materi pembelajaran, kuis, jurnal elektronik dan lain-lain.
MOODLE itu sendiri adalah singkatan dari Modular Object Oriented Dynamic
Learning Environment.
Pembelajaran
kimia pada umumnya hanya terbatas pada penggunaan bahan ajar berupa buku teks
dan LKS sehingga siswa kurang dapat memahami konsep mikroskopik. Lemahnya
interaksi antara guru dengan siswa serta kecepatan belajar siswa yang
seringkali dianggap sama juga merupakan
kendala dalam pembelajaran kimia, maka dari itu usaha-usaha peningkatan
kualitas pembelajaran kimia saat ini terus dilakukan, termasuk peningkatan
kualitas bahan ajar dan diversifikasi media pembelajaran. Peningkatan kualitas
bahan ajar dan diversifikasi media pembelajaran diharapkan mampu mengakomodir
kebutuhan siswa dalam menghadapi era teknologi informasi dan komunikasi dengan
tidak meninggalkan faktor pemahaman dan keterampilan siswa dalam proses
pembelajaran kimia. Teknologi informasi dan komunikasi seharusnya menjadi alat
sehari-hari dalam kegiatan belajar dan membelajarkan (Sitepu, 2008).
Kimia
sebenarnya sangat menarik untuk dipelajari tetapi terkadang sulit untuk
dipahami. Guru harus mampu memilih metode pengajaran yang sesuai, sehingga
kimia menjadi mata pelajaran yang menyenangkan untuk dipelajari. Hal ini sudah
dibuktikan melalui penelitian Budhiarso (2006) mengungkapkan bahwa pembelajaran
kimia SMA dengan media e-learning memberikan hasil yang baik dalam upaya meningkatkan
hasil belajar kimia siswa SMA kelas XI materi Sistem Koloid. Pada kelompok
kelas eksperimen rata-rata hasil post-testyang diperoleh mencapai 63,86
sedangkan pada kelompok kelas kontrol yang menggunakan metode pembelajaran
konvensional, rata-rata hasil post-test hanya 52,46. Hasil penelitian ini
membuktikan bahwa ada pengaruh positif penggunaan metode e-learning terhadap
hasil belajar siswa.
baiklah, disini saya ingin mencoba menambahkan mengenai materi yang telah saudari posting, yaitu :
BalasHapusE-LEARNING DI ERA GLOBALISASI
Pembelajaran dengan bantuan komputer (PBK) atau Computer Assisted Instruction (CAI) merupakan awal mula kemunculan dari e-learning. Dalam era globalisasi seperti sekarang ini, penerapan e-Learning merupakan suatu strategi yang efektif untuk mengejar ketertinggalan bangsa kita dengan bangsa lainnya yang sudah selangkah lebih maju dibidang ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), terutama teknologi informasi. Sebagai solusi, e-Learning memiliki keunggulan berupa biaya pengembangan yang lebih murah, lebih baik, serta lebih cepat.
* Lebih Murah.
metode pembelajaran secara e-Learning tidak mengharuskan peserta kegiatan belajar mengajar menghadiri suatu ruang tertentu, tidak diperlukan keberadaan ataupun penyediaan seorang tutor.
* Lebih Baik.
metode pembelajaran secara e-Learning tidak menetapkan seorang peserta sebagai bagian dari seluruh peserta lainnya mengikuti cara belajar teman-teman lainnya. Hal ini, jelas sekali membuat mereka yang memiliki intelegensia tinggi dapat mempelajari subjek masalah yang ingin dipelajari secara lebih mendalam dan dapat lebih banyak lagi mendapatkan informasi yang menarik.
*Lebih Cepat.
asalkan peserta tersebut memiliki hak akses perangkat teknologi informasi (misalnya komputer),
dengan cepat ia akan segera mendapatkan informasi yang dicarinya, bahkan tanpa disadiri ia mungkin akan mendapatkan informasi jauh melebihi dari apa yang ia cari.
Terima Kasih atas penambahan materinya. Semoga bermanfaat.
Hapusassalamualaikum, :)
BalasHapusdisini saya akan menambahkan materi mengenaisyarat dari e-learning dapat diterapkan pada proses pembealajaan. Pembelajaran elektronik atau e-learning telah dimulai pada tahun 1970-an (Waller and Wilson, 2001). Berbagai istilah digunakan untuk mengemukakan pendapat/gagasan tentang pembelajaran elektronik, antara lain adalah: on-line learning, internet-enabled learning, virtual learning, atau web-based learning.
Ada 3 (tiga) hal penting sebagai persyaratan kegiatan belajar elektronik (e-learning), yaitu:
(a) kegiatan pembelajaran dilakukan melalui pemanfaatan jaringan (“jaringan” dalam uraian ini dibatasi pada penggunaan internet. Jaringan dapat saja mencakup LAN atau WAN). (Website eLearners.com),
(b) tersedianya dukungan layanan belajar yang dapat dimanfaatkan oleh peserta belajar, misalnya CD-ROM, atau bahan cetak, dan
(c) tersedianya dukungan layanan tutor yang dapat membantu peserta belajar apabila mengalami kesulitan (Newsletter of ODLQC, 2001).
Di samping ketiga persyaratan tersebut di atas masih dapat ditambahkan persyaratan lainnya, seperti adanya:
(a) lembaga yang menyelenggarakan/mengelola kegiatan e-learning,
(b) sikap positif dari peserta didik dan tenaga kependidikan terhadap teknologi komputer dan internet, (c) rancangan sistem pembelajaran yang dapat dipelajari/diketahui oleh setiap peserta belajar,
(d) sistem evaluasi terhadap kemajuan atau perkembangan belajar peserta belajar, dan
(e) mekanisme umpan balik yang dikembangkan oleh lembaga penyelenggara.
terimakasih :)
saya ingin bertanya pada pengembangan e learning dalam pembelajaran kimia, itu pasti memiliki dampak negatif dan juga positif nya, tolong jelaskan?
BalasHapusKelebihan e-Learning :
HapusMengurangi biaya : lembaga penyelenggara e-Learning dapat mengurangi bahkan menghilangkan biaya perjalanan untuk pelatihan, menghilangkan biaya pembangunan sebuah kelas dan mengurangi waktu yang dihabiskan oleh pelajar untuk pergi ke sekolah.
Kekurangannya :
Berubahnya peran pengajar dari yang semula menguasai teknik pembelajaran konvensional, kini juga dituntut mengetahui teknik pembelajaran yang menggunakan ICT (Information, Communication and Technology). Tidak semua tempat tersedia fasilitas internet ( mungkin hal ini berkaitan dengan masalah tersedianya listrik, telepon ataupun komputer).
assalamualikum wr, wb
BalasHapusdari pemaparan diatas pada sudut pandang siswa dalam e-learning ini, siswa dapat mengakses bahan-bahan belajar setiap saat dan berulang kali. Siswa juga dapat berkomunikasi dengan guru setiap saat, dengan kondisi yang demikian ini siswa dapat lebih memantapkan penguasaannya terhadap materi pembelajaran. Namun guru akan kesulitan dalam mengontrol apakah tugas yang diberikan benar dikerjakan oleh siswa tersebut atau orang lain nah bagaimana cara mengatasinya?
menurut saya sebaiknya siswa atau murid itu mengerjakan sendiri dan bila siswa tersebut benar-benar ingin belajar maka siswa tersebut berusaha untuk menjawabnya sendiri tetapi bila tugas yang di berikan oleh guru tersebut sulit baginya maka siswa tersebut untuk mencari jawabannya di internet. jadi pada intinya kembali pada diri sendiri. terima kasih
Hapusassalamualaikum wr wb,kendala apa yang sering di temui dan yang paling sering muncul dalam penerapan e-learning ini?
BalasHapusKendala yang terjadi adalah tidak semua pembelajaran efektif dalam menggunakan media komputer. Banyak pembelajaran yang lebih efektif bila dilakukan secara kooperatif atau pun kolaboratif. Kendala lainnya adalah ketika seorang pendidik menyampaikan pembelajaran melalui E learning maka peserta didik harus menggunakan komputer dan jaringan internet untuk menerimannya namun tidak semua peserta didik memiliki perangkat tesebut di rumahnya. Peserta didik yang tidak memiliki mendapat kendala dan harus pergi ke warnet (contohnya) untuk menggunakan E learning tersebut dan itu menambah biaya pembelajaran.
Hapussaya ingin menambahkan sedikit mengenai kekurangan e-learning yaitu kurangnya interaksi langsung yang terjadi antara guru dan siswa
BalasHapusTerima Kasih atas penambahan materinya saudara Masbun. Semoga bermanfaat
HapusBaiklah saya akan menambahkan materi Penerapan e-learning banyak variasinya, karena perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang cepat. Surjono (2007), menekankan penerapan e-learning pada pembelajaran secara online dan dibagi menjadi dua yaitu sederhana dan terpadu. Penerapan e-learning yang sederhana hanya berupa kumpulan bahan pembelajaran yang dimasukkan ke dalam web server dan ditambah dengan forum komunikasi melalui e-mail dan atau mailing list (milist). Penerapan terpadu yaitu berisi berbagai bahan pembelajaran yang dilengkapi dengan multimedia dan dipadukan dengan sistem informasi akademik, evaluasi, komunikasi, diskusi, dan berbagai sarana pendidikan lain, sehingga menjadi portal e-learning. Pembagian tersebut di atas berdasarkan pada pengamatan dari berbagai sistem pembelajaran berbasis web yang ada di internet. Nedelko (2008), menyatakan ada tiga jenis format penerapan e-learning, yaitu:
BalasHapus1. Web Supported e-learning, yaitu pembelajaran tetap dilakukan secara tatap muka dan didukung dengan penggunaan website yang berisi rangkuman tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, tugas, dan tes singkat
2. Blended or mixed mode e-learning, yaitu sebagaian proses pembelajaran dilakukan secara tatap muka dan sebagian lagi dilakukan secara online
3. Fully online e-learning format, yaitu seluruh proses pembelajaran dilakukan secara online termasuk tatap muka antara pendidik dan peserta didik juga dilakukan secara online yaitu dengan menggunakan teleconference.
Terima Kasih atas penambahan materinya. Semoga bermanfaat
Hapus